‘ Kembali Menulis Berkat Sotoji ‘

Sebenarnya, ini tulisan untuk lomba suatu produk. Ditulisan ini saya masuk 20 besar pesertanya kurang lebih 500 blogger, mungkin kelak bisa lebih baik lagi, semoga. Yang mu luangkan waktu boleh disimak, cekidot guys ūüôā

Mungkin dari judulnya terdengar aneh..apa coba maksud dari ‚Äėkembali menulis karena ¬†sotoji ‚Äė ? Jadi begini maksudnya, dapat dilihat di list postingan saya, blog saya ini sudah hampir setahun tidak saya tulis apapun, namun saya mencoba menulis lagi berkat SOTOJI. Berawal dari iklan di jejaring Facebook, yang memasang gambar produk SOTOJI yg kemudian saya klik dan masuk ke situs deblogger.org ¬†saya mulai mengenal SOTOJI.

Setelah saya klik ternyata  SOTOJI itu adalah produk olahan pangan instan sodara-sodara…

Diwebsite tersebut, diberi keterangan bahwa situs dan pihak sotoji sdg melakukan trial marketnya kepada konsumen dengan melakukan sayembara atau lomba , kemudian diberi keterangan kriteria dan syaratnya. Yang pertama membuat saya tertarik adalah..SOTOJI ini bisa didapatkan GRATIS  pd saat perlombaan itu berlangsung.  GRATIS ini yang membuat saya fokus pertama kali, jujur ! hehe.  Kemudian pun saya mengisi form utk mendapatkan produk SOTOJI ini dgn gratis.

Setalah saya mengisi form, dan menunggu beberapa saat -/+ 5 hari, dan akhirnya paket sotoji itupun tiba dikantor saya, karena memang alamat yang saya tujukan ketika mengisi form adalah alamat tempat saya bekerja. Dan oh finally…mereka datang..xixixii

Dan siang itupun berlangsung galau karena rasa penasaran yang mengiringi kegiatan saya dihari itu.

Sesampainya dirumah, setelah membersihkan diri dan beristirahat sejenak. Bergegas saya mencoba memasak SOTOJI yang saya dapatkan, setelah merasakannya, saya teringat keterangan yang membuat saya memutuskan untuk menceritakan pengalaman ini, bahwa pihak sotoji ingin sekali tau apa yang konsumen rasakan setelah menikmati produk SOTOJI ini sendiri, baik kritik saran, atau input dalam bentuk lain yg bersifat dapat membantu produsen tersebut utk  berinovasi mengembangkan SOTOJI buatannya. Oh Well ini amanah ! terlebih memang saya telah mendapatkan ini dengan gratis dan produsen pun wajar jika ia ingin tau sejauh mana masyarakat tertarik pada SOTOJI, sekalian saja saya ikutan dalam lomba blogger ini. Ok, hal itu yg membuat saya akan meriview penilaian saya terhadap produk sotoji ini, saya mohon kepada pihak produsen atau pembaca blog ini utk dapat memaklumi pendapat saya, sebagai orang awam yg kurang mengerti gizi atau cita rasa, karena memang saya bukan chef atau pakar pangan. Harap penilaian subjektif ini bisa diterima

Sotoji dalam kaca mataku :

  • Nilai plus ketika para innovator lokal mulai bangkit dengan menciptakan produk baru yg sebelumnya memang belum hadir terlebih bisa dibilang produk ini Indonesia sekali. Mengapa demikian¬† ? Jika anda melihat daging instan ( kornet ) atau mie Instan, ikan instan¬† (makarel ), bubur instan atau produk instan lainnya mungkin bisa dibilang biasa karena memang sudah beredar luas dipasaran, Tapi ini SOTO INSTAN..?? ¬†Makanan khas lokal kita yang biasa kita beli diluar atau membuat sendiri, sekarang hadir dalam kemasan instan..? cukup memasak dengan 3 menit soto sudah dapat anda nikmati. ¬†Wah pencapain terbaru produk Indonesia saya rasa
  • ¬†Saya tertarik karena bahan yang digunakan inipun, lain dibanding produk kemasan lain yang mengedepankan olahan berbentuk hewani sebagai rekan kandungan dalam pembuatannya, tapi SOTOJI ia memadu-padankan JAMUR sebagai teman sejawat pendamping soun dan bumbu dalam kemasannya. Hal yang tidak terpikirkan sama sekali dalam benak saya karena memang saya biasa mengkonsumsi soto bertemankan suwiran daging ayam atau daging sapi. Bearti Sotoji ini lebih alami ya
  • Alternatif ! buat anak kost, dan orang yang suka ngemil iseng- iseng¬† seperti saya yang suka banget makan mie instan, atau bihun instan , SOTOJI bisa jadi alternatif baru. Apalagi mie yg digunakan SOTOJI berjenis soun yang terbuat dari tepung beras, dirasa lebih mengeyangkan perut dan memang benar saya merasa lebih kenyang mengkonsumsi SOTOJI dibanding mie instan, terlebih harganya juga terjangkau, sekitar Rp 3.000/pcs atau Rp. 60.000/1dus isi 20.
  • Ketika membuka bungkus SOTOJI ukurannya tidak seperti yang saya bayangkan karena memang bentuknya kecil. Tapi‚Ķ jangan salah, begitu mie sohun SOTOJI ini dimasak jadi semangkok loh..
  • Kebetulan ketika saya memasak SOTOJI saya memasaknya sedikit lama sekita 5 menitan, saya pikir wah jamurnya bakal jadi bubur ni, karena memang terlihat lembek. Namun, ketika saya memakannya ternyata tekstur jamurnya tetap ada, tidak lembek atau jadi bubur seperti bayangan saya.
  • Waktu dimasak, jangan aneh kalau tercium aroma harum begitu keluar dari SOTOJI yang sedang Anda rebus. Ibu saya sempat bertanya¬† ‚Äú Harum apa ini didapur.. ?‚ÄĚ saya jawab, lagi masak SOTOJI mungkin aromanya ini berasal dari jamur yang saya didihkan
  • Setelah saya memasak tak lama Ibu saya ingin merasakan SOTOJI juga, masaklah ia sebungkus, lalu kami nikmati bersama. Rasanya enak , mengenyangkan dan bertekstur, malah kata ibu saya SOTOJI adem diperut, mungkin maksudnya diperut tidak menimbulkan efek begah, mual atau nyeri setelah memakannya, kebetulan ibu saya pengidap magh, dan apabila makan mie instan lambungnya tidak cocok dan akan berasa nyeri, tapi memakan mie sohun dari SOTOJI dirasa cocok oleh lambungnya.
  • Klo mengenai kritik dan saran apayah..?!? Hmm, dilihat dari segi harga bisa dibilang bersaing…kebetulan klo dibandingkan dengan produk yg menggunakan mie sejenis sohun atau bihun memang rata2 range harganya kisaran diatas Rp. 2500/bungkus ¬†jadi menurut saya harga lumayan masuk pasar. Klo dari segi kemasan bisa dibilang cukup menarik, soto kan identik dengan warna hijaunya, klo melihat produk2 keluaran produsen misal mie instan, toping pun dirasa cukup, akan jadi aneh malah terkesan heboh kalau masih ditambah yang lain2, karena menurut saya jumlah jamurnya sudah cukup banyak menemai sohun ketika dilahap sampai habis. Tinggal pemasarannya aja mungkin yah, yang harus digalakan lagi, kl bisa mencakup iklan pada media televisi atau radio yg dirasa lebih familiar dimasyarakat Indonesia. Hmm…pelan pelan aja yah..namanya produk baru, mesti merangkak, dituntun, jalan baru bisa lari ūüôā
  • Good Luck Sotoji !

Sekian riview saya mengenai SOTOJI, Soto Jamur Instan siap saji yang sudah saya rasakan sendiri beserta keluarga, semoga bisa bermanfaat.

Berikut beberapa kenang- kenangan SOTOJI yang sempat saya dokumentasikan sebelum saya makan.

SOTOJI Soto Jamur Instan, siaaaaap Sajiiiiiiii.. !! ūüôā

Iklan

Penulis: euzhan

i'm simple but stronger, yeah..!

5 thoughts on “‘ Kembali Menulis Berkat Sotoji ‘”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s